Kasmarni Amril: TP-PKK Kabupaten Bengkalis Siap Berperan Dalam Pencegahan Stunting

Ikuti Rakornas PKK Tahun 2019 di Jakarta :

Teks foto: Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis Kasmarni Amril saat mengikuti Rakornas PKK 2019, Rabu (27/2) di Ballroom Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

 

JAKARTA, HUMAS – Hari kedua Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) tahun 2019, Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis Kasmarni Amril tampak hadir bersama seluruh jajaran Ketua TP-PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia, Rabu (27/2) di Ballroom Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Sebagai pembicara sekaligus narasumber sesi pertama adalah Ketua Umum TP-PKK dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, yang membahas tentang keunggulan TP-PKK sebagai kelembagaan yang besar dan potensial. Dari paparan istri Menteri Dalam Negeri tersebut dijelaskan bahwa kader PKK/Kader Dasawisma merupakan ujung tombak gerakan PKK yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Terdapat 83.436 TP-PKK Desa/Kelurahan, hal ini menunjukkan jika rata-rata setiap desa/kelurahan terdapat 20 sampai dengan 35 orang Kader PKK atau Kader Dasawisma, maka terdapat jutaan Kader PKK se-Indonesia. Tentunya ini dapat membantu kerja Pemerintah dalam berbagai sektor”, kata Ketua Umum PKK.

Hal senada juga disampaikan Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis Kasmarni Amril di sela-sela kegiatan kepada petugas Humas Setda Kabupaten Bengkalis yang meliput kegiatan tersebut. Kasmarni mengatakan bahwa Para kader PKK menjadi ujung tombak untuk mensukseskan terwujudnya program pemerintah dengan  tiga pilar yaitu pendidikan, kesehatan dan perekonomian yang semuanya tercantum dalam sepuluh program PKK.  

“Ada beberapa keunggulan TP-PKK diantaranya tersebar di seluruh pelosok nusantara, mempunyai 10 program pokok PKK, mempunyai dasar hukum yang kuat, mempunyai instrumen SIM PKK, mempunyai paket modul pelatihan, mempunyai kartu tanda anggota dan sebagai mitra kerja pemerintah dan lembaga lainnya,” jelas Kasmarni.

Lebih lanjut Kasmarni mengatakan bahwa sesuai tema Rakornas tahun ini yaitu “Peranan TP-PKK dalam Pencegahan Stunting melalui 10 program pokok PKK”, maka TP-PKK Kabupaten Bengkalis siap untuk berpartisipasi memberikan pemahaman sekaligus memberikan penyuluhan tentang apa dan bagaimana stunting di Indonesia kepada masyarakat di Negeri Junjungan Kabupaten Bengkalis, yang nantinya akan didampingi Dinas Kesehatan.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Tentunya Kader PKK harus lebih dahulu diberikan pelatihan mengenai stunting sehingga dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat dengan 10 program pokok PKK”, pungkasnya.

 

Sumber : PROKOPIM KABUPATEN BENGKALIS