TP-PKK Siap Wujudkan Gerakan Nasional Indonesia Bebas Stunting 2030 di Kabupaten Bengkalis

PINGGIR – TP-PKK Kabupaten Bengkalis laksanakan Pencanangan Gerakan TP-PKK Dalam Menurunkan Angka Stunting Tingkat Kabupaten Bengkalis Tahun 2021, Jumat (25/6/2021) di Lapangan Pertemuan Kantor Desa Balai Pungut.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Bupati Kasmarni tersebut, dihadiri langsung Ketua TP PKK Kabupaten Bengkalis Hj.Siti Aisyah, Kepala Perwakilan BKKBN Mardalena Wati Yulia, anggota DPRD Bengkalis Adihan, Sekretaris Daerah H. Bustami HY, Asisten Perekonomian dan Pembangunan H. Heri Indra Putra, Kepala Bappeda Hadi Prasetyo, Kadis Kesehatan Ersan Saputra, Kepala Disnakertrans Hj. Kholijah, Kepala BPP-KB Rinaldi. Kemudian Camat Pinggir Azuar, Camat Talang Muandau Nasrizal, Camat Bathin Solapan, Camat Mandau Riki Rihardi dan Kepala Desa Balai Pungut Muhammad Asisi.

Hj. Siti Aisyah dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan seluruh stakeholder yang telah mendukung program kerja TP-PKK, serta para kader TP-PKK yang sudah bekerja tanpa pamrih membantu dalam melakukan pencegahan stunting.

“Kecamatan Pinggir menjadi salah satu dari 4 Kecamatan yang akan menjadi lokus stunting, pada 4 desanya, salah satu diantaranya yakni Desa Tengganau sendiri jumlah balita sebanyak 570 jiwa, balita dengan status sangat pendek berjumlah 41 jiwa dan balita dengan status pendek berjumlah 55 jiwa,” Kata istri Wakil Bupati tersebut.

Sambungnya lagi, Desa Balai Pungut, jumlah balita sebanyak 153 jiwa, balita dengan status sangat pendek berjumlah 4 jiwa dan balita dengan status pendek berjumlah 17 jiwa. 

Kemudian Desa Muara Basung, jumlah balita sebanyak 783 jiwa, balita dengan status sangat pendek berjumlah 43 jiwa dan balita dengan status pendek berjumlah 61 jiwa.

Desa Pangkalan Libut, jumlah balita sebanyak 329 jiwa, balita dengan status sangat pendek berjumlah 20 jiwa dan balita dengan status pendek berjumlah 14 jiwa. 

Hj. Siti Aisyah menegaskan TP-PKK siap berperan aktif dalam mencegah stunting dengan 3 hal. Pertama, pentingnya memperhatikan asupan makanan bergizi bagi ibu hamil, bayi dan balita terutama dalam 1000 HPK. Kedua, pola asuh, dan yang ketiga, kesehatan lingkungan atau lebih kita kenal dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Insya Allah gerakan nasional Indonesia bebas stunting 2030 dapat terwujud terutama di Kabupaten Bengkalis. 

Pada kesempatan tersebut, TP-PKK Kabupaten Bengkalis membagikan makanan tambahan bagi masyarakat di lokus stunting dengan sasaran balita sebanyak 239 paket berupa kacang hijau, susu UHT, gula dan roti, untuk ibu hamil sebanyak 8 paket berupa kacang hijau, susu dan gula. Dan untuk remaja putri sebanyak 12 paket berupa tablet tambah darah dan roti.

Sumber : PROKOPIM KABUPATEN BENGKALIS